Bangunan Cagar Budaya

Superb
Minutes to visit

Informasi Selengkapnya

Nama :   Bangunan Cagar Budaya
Kategori : Budaya

Informasi


Bangunan Cagar Budaya

Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 7 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan Cagar Budaya

  • Apa itu Cagar Budaya?

Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar BudayaBangunan Cagar BudayaStruktur Cagar BudayaSitus Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air

  • Apa saja kriteria sebuah Cagar Budaya?

a. berusia 50 (lima puluh) tahun atau lebih;

b. mewakili masa gaya paling singkat berusia 50 (lima puluh) tahun;

c. memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan; dan

d. memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian daerah dan bangsa.

 

Informasi Umum : Setelah melalui hasil inventarisasi bangunan Cagar Budaya tahun 2018, jumlah Cagar Budaya di Kota Bandung berjumlah kurang lebih 1819 cagar budaya, dengan rincian:

  1. Bangunan Cagar Budaya sebanyak 1703 Bangunan

    (Gol. A sebanyak 225 bangunan, Gol.B sebanyak 415 bangunan, Gol. C 1063 bangunan)

  2. Struktur Bangunan sebanyak 26 Struktur

  3. Situs Cagar Budaya sebanyak 67 Situs

  4. Kawasan Cagar Budaya sebanyak 23 Kawasan

 

  • Bagaimana kriteria penggolongan sebuah Bangunan Cagar Budaya?

Kriteria untuk penggolongan Bangunan Cagar Budaya Daerah Kota terdiri atas:

a. umur minimal 50 (tahun);

b. nilai arsitektur;

c. nilai sejarah;

d. nilai ilmu pengetahuan; dan

e. nilai sosial budaya.

 

  • Apa saja golongan sebuah Bangunan Cagar Budaya?

a. Golongan A adalah bangunan yang memiliki paling sedikit 3 (tiga) kriteria tambahan;

b. Golongan B adalah bangunan yang memiliki paling sedikit 2 (dua) kriteria tambahan ; dan

c. Golongan C adalah bangunan yang memiliki paling sedikit 1 (satu) kriteria tambahan

 

*Semua golongan Bangunan Cagar Budaya A, B dan C harus memenuhi kriteria utama yaitu berusia 50 puluh tahun atau lebih*

  • Pasal-Pasal yang Perlu Diperhatikan

            -Hak dan Kewajiban Masyarakat

Pasal 5 Setiap orang berkewajiban: 

a. menjaga kelestarian: 

1. Benda Cagar Budaya;

2. Bangunan Cagar Budaya;

3. Struktur Cagar Budaya;

4. Situs Cagar Budaya; dan/atau

5. Kawasan Cagar Budaya.

b. mencegah dan menanggulangi kerusakan kelestarian. 

 

-Hak dan Kewajiban Pemilik, Penghuni dan Pengelola

Pasal 6

(1) Setiap orang yang memiliki, menguasai dan/atau memanfaatkan Cagar Budaya wajib memelihara kelestariannya. 

(2) Pemilik, penghuni dan/atau pengelola Cagar Budaya yang melaksanakan pemugaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, berhak mendapat kompensasi dan/atau  insentif. 

(3) Insentif sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berupa pengurangan pajak bumi dan bangunan dan/atau pajak penghasilan.

(4) Insentif berupa pengurangan pajak bumi dan bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), ditetapkan sebagai berikut:

a. untuk Bangunan Cagar Budaya golongan A diberikan pengurangan paling sedikit 70% dari besarnya pajak bumi dan bangunan terutang;

b. untuk Bangunan Cagar Budaya golongan B diberikan pengurangan paling sedikit 60% dari besarnya pajak bumi dan bangunan terutang; dan

c. untuk Bangunan Cagar Budaya golongan C diberikan pengurangan paling sedikit 50% dari besarnya pajak bumi dan bangunan terutang.

 

Pasal 51 (1) Setiap orang harus melakukan pemeliharaan Cagar Budaya yang dimiliki dan/atau dikuasainya.

-Mengenai Pelanggaran

Pasal 25 (1) Setiap orang dilarang mengalihkan kepemilikan Cagar Budaya peringkat Daerah Kota baik seluruh maupun bagian-bagiannya, kecuali dengan izin Wali Kota.

 

Pasal 27 (1) Setiap orang yang memiliki dan/atau menguasai Cagar Budaya paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak diketahuinya Cagar Budaya yang dimiliki dan/atau dikuasainya rusak, hilang, atau musnah wajib melaporkannya kepada:

a. Perangkat Daerah yang tugasnya bertanggung jawab di bidang kebudayaan;

b. Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan/atau

c. Instansi terkait.

 

Pasal 32 (3) Setiap orang dilarang melakukan pencarian Cagar Budaya atau yang diduga Cagar Budaya dengan penggalian, penyelaman, dan/atau pengangkatan di darat dan/atau di air sebagaimana dimaksud pada ayat (2), kecuali dengan izin Wali Kota.  

 

Pasal 48 Setiap orang dilarang dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan upaya Pelestarian Cagar Budaya.

 

Pasal 57 (1) Setiap orang dilarang mengubah fungsi ruang Cagar Budaya, seluruhnya maupun bagian-bagiannya, kecuali dengan izin Wali Kota setelah terlebih dahulu mendapat pertimbangan teknis dari TACB (Tim Ahli Cagar Budaya).

-Ketentuan Pidana

Pasal 67 Setiap orang yang melakukan pelanggaran terhadap Pasal 25 ayat (1), Pasal 27 ayat (1), Pasal 32 ayat (3), Pasal 48 Pasal 57 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara dan/atau denda sesuai dengan ketentuan Undang-Undang di bidang Cagar Budaya.


Kontak

Kategori Lainnya