Wayang Golek

Superb
Minutes to visit

Informasi Selengkapnya

Nama :   Wayang Golek
Kategori : Kesenian

Informasi


Wayang Golek

Wayang Golek

 

Menurut sejarah, Wayang Golek merupakan salah satu seni pertunjukan khas tanah Sunda yang sudah ada saat masa kerajaan Pajajaran. Wayangnya terbuat dari bahan kayu yang dibentuk menyerupai manusia, boneka kayu tersebut lazim disebut “golek”. Oleh karena itu wayangnya pun disebut Wayang Golek.

Dimanapun pagelaran Wayang Golek berlangsung, tata pentasnya hampir tetap sama yaitu adanya suatu panggung yang cukup luas dengan ukuran sekitar 5x5x1 meter. Dalang duduk di depan panggung (bagian tengah). Di bagian kiri dalang diletakan kotak, yaitu peti dari kayu tempat penyimpanan seluruh wayang yang akan digunakan. Sebagian wayang yang akan difungsikan sebagai dekorasi panggung bagian depan, istilah dalam pedalangan disebut dijantur. Wayang-wayang tersebut disusun mulai dari wayang terkecil sampai wayang terbesar berurutan. Di depan dalang dipasang lagi dua batang pohon pisang. Kedua batang pohon pisang tersebut dinamakan jagat, yaitu tempat berlangsungnya adegan cerita yang dilakonkan.

Kesenian wayang merupakan perpaduan dari berbagai unsur seni antara lain seni sastra, seni suara, senin musik (karawitan gending), seni tari, seni rupa dan seni akting. Seni sastra termasuk unsur yang paling utama dalam pagelaran Wayang Golek. Setiap pagelaran harus ada lakon yang disampaikan.

Lakon tersebut merupakan karya sastra yang di dalamnya mempunyai tema, pesan, falsafah, ajaran moral, kerohanian, keluhungan budi dan penerangan-penerangan yang menunjang pesan pemerintah secara terselubung. Dalam pagelaran wayang golek sekarang, lakon yang sering ditampilkan berupa Cerita Carangan. Cerita Carangan merupakan rekayasa para seniman wayang.

 

Sumber: Buku Ragam Cipta – Mengenal Seni Pertunjukan Daerah Jawa Barat oleh Atik Soepandi, S.Kar, Dr.s Enip Sukanda .P dan Drs. Ubun Kubarsah .R


Kontak

Kategori Lainnya