Sisingaan

Kesenian

Sisingaan

Sisingaan

 

Seni Sisingaan lazim juga disebut Gotong Singa, dan kadang-kadang ada pula yang menyebutnya Singa Depok. Penampilan kesenian ini pada mulanya hanya merupakan seni Helaran. Yang disebut seni helaran adalah kesenian yang digelarkan dalam bentuk pesta arak-arakan, yatu iringan menyusuri jalan secara beramai-ramai. Sisingaan secara tradisional dipakai untuk arak-arakan dalam pesta khitanan

Lalu apasaja yang ada di seni sisingaan? Materi yang biasanya tersedia dalam seni sisingaan antara lain satu atau dua buah tandu (jampana) yang terbuat dari kayu yang diatasnya diberikan benda menyerupai singa, inilah yang disebut sisingaan.

Pertunjukkan sisingaan dilengakapi dengan waditra ggending terdiri dari 2 kendang besar, kentrung, sebuah kecret, 3 buah ketuk, dan tarompet. Penampilan gendingnya juga ditambah dengan juru sekar atau pasinden

Pagelaran sisingaan sekarang dimanfaatkan dalam dua jenis penampilan. Pertama, dalam arak-arakan pawai anak khitanan. Kedua dalam pergelaran khusus kesenian sisingaan. Kesenian sisingaan biasanya hanya menampilkan demonstrasi tari gotong singa, dalam acara ini kelengkapan seninya tetap utuh. Namun, tidak ada anak yang disunat dan tidak ada arak-arakan pawai. Biasanya penunggangnya bukan anak sunatan asli, melainkan anak yang memang dibawa setelah dilatih dalam kesenian sisingaan ini

 

Sumber: Buku Ragam Cipta – Mengenal Seni Pertunjukan Daerah Jawa Barat oleh Atik Soepandi, S.Kar, Dr.s Enip Sukanda .P dan Drs. Ubun Kubarsah .R