• Beranda
  • Media
  • Berita

DEKLARASI BANDUNG SEBAGAI KOTA ANGKLUNG

Diposting Oleh : admin
Sabtu, 21 Mei 2022

Pada hari ini (21/05), Bandung resmi mendeklarasikan diri sebagai Bandung Kota Angklung. Acara pendeklarasian Bandung Kota Angklung diselenggarakan di Plaza Balai Kota dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Bandung, yakni H. Yana Mulyana, S.E., M.M. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh pejabat lainnya, yaitu Pimpinan DPRD Kota Bandung, Ketua Komisi DPRD Kota Bandung, perwakilan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, perwakilan Kementerian Luar Negeri, perwakilan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta pejabat Pemerintah Kota Bandung. Tokoh seniman, khususnya seniman angklung juga turut hadir dalam acara pendeklarasian ini. 

Acara Deklarasi Bandung Kota Angklung diselenggarakan secara hybrid (online dan offline) sehingga Wargi Bandung dapat menyaksikannya melalui kanal Youtube This is Bandung ataupun kanal Youtube Diskominfo Kota Bandung. 

Acara ini juga dipandu langsung oleh Duta Angklung, yaitu Irfan Hakim. 
Latar belakang deklarasi Bandung Kota Angklung didasari pada amanat UU No.5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan, di mana pada UU tersebut dijelaskan bahwa objek kemajuan kebudayaan memiliki potensi sumber daya yang dapat dikembangkan sebagai upaya pelestarian yang terdiri pengembangan, pemanfaatan, perlindungan serta pembinaan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengatakan bahwa objek pemajuan kebudayaan yang tengah dikembangakan di Kota Bandung salah satunya adalah angklung. Angklung sendiri sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada 16 November 2010. Beliau juga mengatakan bahwa pada tahun 2021, Pemerintah Kota Bandung memfasilitasi kajian mengenai argumen atau alasan mengenai Kota Bandung layak dijadikan kota angklung. Kemudian, diperkuat oleh Keputusan Wali Kota No. 860/ Kep.166-DISBUDPAR /2022 tentang Bandung Kota Angklung sebagai dukungan Pemerintah Kota Bandung terhadap aspirasi masyarakat yang didukung oleh potensi ekosistem dari angklung Kota Bandung.

Deklarasi Bandung Kota Angklung dibacakan oleh Taufik Hidayat Udjo dan ditandatangani oleh para tokoh seniman Kota Bandung, Taufik Hidayat Udjo, Eddy Permadi, Popong Otje Djundjunan, Aan Handoyo, Dr. Dinda Satya UB., S.Kar., S.Hum dan Ahmad Rosidi. Penandatanganan deklarasi ini disaksikan oleh Wali Kota Bandung, Yana mulyana dan Ketua Tim Bandung Kota Angklung, Dadang Sunjaya, S.Pd.

Wali Kota Yana Mulyana mengatakan, “Setelah deklarasi ini pemerintah bersama seluruh komponen masyarakat harus menyusun langkah strategis pengembangan angklung. Dengan demikian semua pemangku kepentingan memiliki kewajiban untuk mensosialisasikan angklung ke seluruh dunia, mengembangkan teknik-teknik baru permainan angklung, hingga melestarikan tanaman bambu sebagai bahan baku pembuatan alat musik yang indah ini. Setelah hari ini, ada tanggung jawab besar dan sangat berat dalam diri semua pihak Kota Bandung untuk ngamumule angklung.”

Acara pendeklaraian Bandung Kota Angklung mengangkat tema AWI BITUNG (Awesome and Beauty Bandung City Of Angklung) dan memiliki maskot yang bernama Si Bitung. Acara deklarasi juga turut dimeriahkan dengan penampilan 300 pegiat angklung dari Kabumi UPI, Saung Angklung Udjo, Jaya Angklung, SD Paddasuka, SMPN 44 Bandung dan SMA Pasundan 2.

Acara deklarasi ini ditutup dengan melakukan permainan angklung interaktif oleh seluruh tamu undangan yang hadir dan dipandu oleh Amel selaku murid sekaligus cucu dari Almarhum Abah Udjo Ngalagena, pemilik sekaligus pendiri dari Saung Angklung Udjo. 

Dengan dideklarasikannya Bandung sebagai Kota Angklung diharapkan akan membawa dampak positif terhadap kemajuan Kota Bandung di segala bidang, khususnya di bidang budaya dan pariwisata.