• Beranda
  • Media
  • Berita

Pelatihan Pemandu Wisata Budaya: Mengenal Warisan Budaya Tak Benda Kota Bandung

Diposting Oleh : admin
Kamis, 09 Juni 2022

Dalam rangka pengembangan kepariwisataan, pembinaan kemitraan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta realisasi pelaksanaan kegiatan DAK  tahun 2022  Kota Bandung, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pemandu Wisata Budaya dengan mengangkat tema "Mengenal Warisan Budaya Tak Benda Kota Bandung", khususnya Tari Merak dan Reak termasuk di dalamnya filosofi Iket Sunda.

Pelatihan Pemandu Wisata Budaya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kemampuan para pemandu wisata budaya agar dapat meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan pemanduan wisata kepada wisatawan. 

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, mulai tanggal 6-8 Juni 2022. Kegiatan pemberian materi dilaksanakan di Grandia Hotel pada tanggal 6 dan 7 Juni. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik lapangan pada tanggal 8 Juni 2022. Jumlah peserta pelatihan ini sebanyak 40 orang yang terdiri dari anggota asosiasi pemandu wisata, pengelola destinasi wisata, dan mahasiswa pariwisata. 

Pada hari pertama, diadakan pretest terlebih dahulu kepada para peserta pelatihan dan dilanjutkan dengan pemaparan materi. Materi yang disampaikan meliputi: pemahaman tentang kebijakan pariwisata Kota Bandung, khususnya tentang kebudayaan yang disampaikan oleh Drs. Deni Kurniadi, MM., Pd.; informasi tentang warisan budaya tak benda yang disampaikan oleh Ira Indrawardana, S,Sos., M.Si (Akademisi UNPAD); penyelenggaraan pemanduan wisata warisan budaya tak benda yang disampaikan oleh Drs. Supriatna Amiputra (Himpunan Pramuwisata Indonesia); serta pengenalan budaya tak benda Iket Sunda sekaligus praktek penggunaannya yang disampaikan oleh Somantri, AmdPar (Praktisi Seni dan Budaya)

Lalu, pada hari kedua dilanjutkan dengan pemaparan materi lainnya meliputi: pengenalan budaya tak benda Reak yang disampaikan oleh Enjang Dimyati (Ketua Sanggar Seni Reak Tibelat); pengenalan budaya tak benda Tari Merak yang disampaikan oleh Dra. Irawati Durban Ardjo (Maestro Tari Merak); Merencanakan, mempersiapkan, dan melaksanakan pemanduan wisata budaya yang disampaikan oleh Drs. Sodikin Kurdi (Himpunan Pramuwisata Indonesia); dan Interpretasi dalam pemanduan wisata budaya yang disampaikan oleh Hadi Mulyana, S.ST., M.M Par (Himpunan Pramuwisata Indonesia).

Hari ketiga diisi oleh pemaparan materi sekaligus praktek lapangan mengenai budaya tak benda Reak dan pemanduan wisata cagar budaya yang disampaikan oleh Enjang Dimyati dan Himpunan Pramuwisata Indonesia. 

Melalui pelatihan ini diharapkan sumber daya manusia pariwisata di Kota bandung dapat meningkatkan kapasitas dan wawasannya dalam bidang pemanduan wisata budaya, khususnya wisata tak benda di Kota Bandung.