• Beranda
  • Media
  • Berita

Sertifikasi Seniman Tari 2022

Diposting Oleh : admin
Jumat, 12 Agustus 2022

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan (Dit. PLTK), Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi, serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP-P2) Kebudayaan menyelenggarakan kegiatan sertifikasi bidang kesenian tari yang dilaksanakan pada tanggl 11-12 Agustus 2022 dan bertempat di Hotel Horison. 

Sertifikasi yang ditujukan untuk para seniman tari ini merupakan bentuk dukungan dari Pemerintah Kota Bandung kepada para seniman tari untuk meningkatkan kembali semangat para seniman tari dalam berkarya. Selain itu, sertifikasi ini juga menjadi bukti atau diakuinya profesionalitas dan keahlian mereka dalam hal pengetahuan, keterampilan, dan sikap sebagai seorang penari, sehingga mereka bisa bersaing di kancah nasional maupun internasional. 

Kegiatan sertifikasi ini diikuti oleh 40 peserta penari dari Kota Bandung dan melibatkan 2 asesor sebagai pengujinya, yaitu Prof. Dr. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum dari Institut Seni Budaya Indonesia dan Dra. Setyastuti, M.Si dari Institut Seni Budaya Indonesia Yogyakarta. Metode sertifikasi yang dilakukan menggunakan uji kompetensi dan uji portofolio. 

Skema sertifikasi yang harus dikuasai oleh para peserta asesi di antaranya yaitu Konsep Koreografi, teknik Tari, Persiapan Pementasan, dan Pertunjukkan Karya Tari. Para asesor nantinya akan melakukan sidang pleno bersama LSP P2 Kebudayaan untuk menentukan peserta yang kompeten maupun yang belum kompeten, yang kemudia LSP P2 Kebudayaan akan mengajukan sertifikat kompetensi ke Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk para asesi yang dinyatakan kompeten. Sertifikat tersebut diakui secara nasional dan berlaku selama 3 tahun. 

Pemerintah Kota Bandung merupakan yang pertama di Indonesia, yang memberikan fasilitasi sertifikasi untuk penari. Tahun 2021, Pemerintah Kota Bandung juga melaksanakan sertifikasi di bidang seni musik. Dari 50 peserta yang mengikuti sertifikasi, sebanyak 41 peserta yang lulus mengikuti sertifikasi musik. 

Dengan adanya fasilitasi sertifikasi ini diharapkan bisa mendukung para seniman Kota Bandung untuk terus menghasilkan karya-karya seni, meningkat kompetensi yang dimiliki sehingga mampu bersaing, baik di kancah nasional maupun internasional.