FGD dan Workshop Seni Benjang

2019-04-10 / Kesenian

Pada tanggal 9-10 April 2019 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung mengadakan FGD (Fokus Grup Diskusi) dan Workshop Seni Benjang. Kegiatan ini merupakan salah satu program Bidang Kajian Kebudayaan.

Program ini merupakan salah satu upaya Disbudpar dalam menjalankan Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan yaitu melakukan perlindungan dan pembinaan Objek Pemajuan Kebudayaan berupa kesenian tradisional bersama dengan masyarakat.

Seni benjang merupakan seni khas Kota Bandung, tepatnya dari Ujungberung. Benjang berasal dari kata Sasamben Budak Bujang menjadi Benjang. Ada juga yang mengartikan Benjang dari kata Band Young Sundanis (Band-nya anak sunda). Pengertian lebih ilmiah menurut narasumber Drs. Anto Sumianto, Benjang berasal dari kata Sasamben Budak Bujang, Sasamben adalah permainan yang dilakukan di Amben(bale) & Budak Bujang= laki-laki yang sudah dewasa dan belum menikah.

Fenomena yang dibahas diantaranya bagaimana membudayakan dan mengembangkan seni Benjang. Salah satu hasil dari FGD yaitu dimintanya peran aktif dari para lingkung seni terutama pengurus organisasi Benjang se-Kota Bandung dimulai dari merapihkan struktur organisasi, pendataan lingkung seni benjang yang ada dan masih aktif di kota Bandung, dan pembuatan program kerja.

Hal-hal tersebut akan mempermudah pemerintah dalam memfasilitasi dan mengembangan Seni Benjang secara maksimal. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung bersama para Lingkung Seni Benjang dapat menyelenggarakan kegiatan berupa pasanggiri-pasanggiri (perlombaan), festival, dan pentas seni di ruang publik sebagai upaya pengembangan Seni Benjang.

Pada hari kedua diadakan workshop Seni Benjang. Dimulai dengan pertunjukan-pertunjukan seni Benjang seperti Topeng Benjang dan Ibing(Tari) Benjang. Untuk Ibing Benjang sendiri diperagakan gerakan-gerakan dasar seperti golempeng, puyuh ngungkuk, beureum/pereum panon, julang ngapak dan Ibing Benjang berpasangan. Acara hari kedua ini diakhiri dengan praktik dan belajar langsung gerakan-gerakan Ibing Benjang oleh para warga yang mengikuti workshop.

Diharapkan Seni Benjang ini dapat menjadi ikon Kota Bandung. Menjadi kesenian yang dikenal banyak masyarakat Kota Bandung, bahkan bisa menjadi kesenian yang ditampilkan di prosesi pernikahan atau menjadi kurikulum dalam pelajaran anak-anak di Kota Bandung.